Loading...
Language: Indonesian
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَعَافِنِيْ أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ ضِيْقِ الْمَقَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Allaahummaghfir li, wahdini, warzuqni wa 'aafini. A‛oodhu billaahi min di'qil-maqaami yawmal-qiyaamah
Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rezeki, dan berilah aku kesehatan. Aku berlindung kepada Allah dari kesempitan tempat berdiri pada Hari Kiamat. Ashim bin Humaid (R) berkata: "Aku bertanya kepada 'Aisyah (RA) bagaimana Nabi (SAW)- memulai Qiyamul Lail-nya? Dia menjawab: 'Engkau menanyakan sesuatu yang belum pernah ditanyakan oleh siapa pun sebelummu. Rasulullah (SAW) biasa mengucapkan takbir (Allahu Akbar) sepuluh kali, tahmid (Alhamdulillah) sepuluh kali, tasbih (Subhanallah) sepuluh kali, tahlil (La ilaha illallah) sepuluh kali, dan istighfar (Astaghfirullah) sepuluh kali, kemudian beliau mengucapkan: (Doa tersebut disebutkan di atas)
Reference: Hasan Sahih. Nasa'i: 1617