Loading...
Language: Indonesian
Ketika mereka mendengar suaranya, tawa lenyap dari mereka dan mereka takut akan laknatnya. Kemudian Nabi (SAW) bersabda:
اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ وَعُتْبَةَ بْنِ رَبِيْعَةَ وَشَيْبَةَ بْنِ رَبِيْعَةَ وَالْوَلِيْدِ بْنِ عُقْبَةَ وَأُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ وَعُقْبَةَ بْنِ أَبِيْ مُعَيْطٍ
Allaahumma ‘Alaika bi abi jahl ibn Hisham, wa Utbath ibn Rabi'ah, wa Shaibah ibn Rabi'ah, wal Walid ibn Uqbah, wa Umayyah ibn Khalaf, wa Uqbah ibn abi Mu'ait
Ya Allah, terserah Engkau untuk berurusan dengan Abu Jahal bin Hisham, 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Walid bin Uqbah, Umayyah bin Khalaf, Uqbah bin Abu Mu'aith. Ibnu Mas'ud (RA) berkata, "Demi Dzat Yang mengutus Muhammad (SAW) dengan kebenaran, aku melihat (semua) orang yang beliau sebutkan tergeletak mati pada Perang Badar. Mayat mereka diseret untuk dilemparkan ke dalam sumur dekat medan perang". Dalam riwayat lain, "Aku bersumpah demi Allah bahwa aku melihat mereka tergeletak mati di medan perang Badar. Karena hari itu panas, warna kulit mereka telah berubah (menunjukkan tanda-tanda pembusukan)."
Reference: Muslim: 1794